#

INFO BENCANA TERKINI

Info Gunungapi Bromo Meletus, Kab. Probolinggo-Prop. Jatim , 26-Desember-10 17:30:00 WIB, Warga lereng Bromo dari 12 Desa sekitar yang bermukim di sekitar Gunung Bromo terpapar debu vulkanik pekat, 106 rumah roboh, 2 sekolah roboh, Pertanian rusak, suplai air bersih terhambatAnda Peduli Bencana, Salurkan Bantuan dan Dana kirim ke Rek.BCA - 0813004392 Mari Peduli dan Dukung Kami - Terima kasih

Gunungapi Merapi Meletus


View Letusan Merapi in a larger map

Tahap Penanggulangan Bencana

;
Tampilkan postingan dengan label Gempa Bumi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gempa Bumi. Tampilkan semua postingan

16 Juni 2010

Gempa 5,3 SR Mamuju, Sulbar

Bencana gempa 5.3 SR Sulteng. Gempa berdampak di wilayah Mamuju Sulawesi Barat. Laporan dari Bpk. Dahlan (Pengurus PMI Prov. Sulbar), 63 rumah rusak berat, 68 rumah rusak ringan, kroban meninggal 3 orang. Saat ini tim Satgana sedang melakukan assessment, evakuasi & Pertolongan Pertama. PMI Provinsi memobilisasi 1 truk & bantuan berupa Hygiene kit & Family Kit. Saat ini PMI Provinsi Sulbar tengah melakukan rapat koordinasi dengan Gubernur Sulbar untuk melakukan operasi Tanggap Darurat Bencana di wilayah Mamuju.

Patahan Semburkan Api
Empat titik lokasi gempa di Dusun Lambara Desa Kasano Kabupaten Mamuju Utara (Matra) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) disembur oleh api dan gas yang bermunculan dari bawah tanah retak pasca gempa berkekuatan 5,3 Skala Richter, pagi tadi.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Matra, Saidiman Marto yang sedang meninjau lokasi terjadinya gempa yang berpusat pada 1,44 Lintang Selatan dan 119,25 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer di perairan Sulawesi ini menemukan adanya api yang tiba-tiba saja muncul dari bawah tanah yang mengalami patahan.

“Ada patahan sepanjang 500 meter yang membelah jalanan di lokasi gempa, yaitu sekitar 91 km di bagian barat daya Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah,” ungkapnya.

Dijelaskannya, semburan api itu muncul, saat salah seorang warga melihat ada percikan api, melemparkan sebuah korek ketempat percikan api tersebut yang mengakibatkan percikan api tersebut kemudian menyala dan menimbulkan gas yang kemudian tidak bisa dikendalikan.

“Tinggi semburan api yang disertai gas dari dalam tanah tampak mengerikan karena tingginya mencapai tiga meter,” tuturnya.

Lebih lanjut Saidiman mengatakan, Pemkab Matra telah mendatangkan mobil pemadam kebakaran di lokasi semburan api untuk memadamkan percikan api itu. Namun, pemadam kesulitan memadamkan api karena tidak bisa menjangkau titik api yang berada di dalam hutan.

“Beruntung titik api agak jauh dari lokasi rumah warga yang rusak juga dari tempat pengungsian warga yang menjadi korban gempa sehingga semburan api tersebut tidak terlalu membahayakan,” terangnya.

Sumber : Posko PMI, Waspada

15 Juni 2010

Gempa Beruntun Melanda Biak, Papua

Kepanikan melanda sebagian besar masyarakat Kab. Biak Numfor, Provinsi Papua, mereka berhamburan keluar rumah menyusul terjadinya guncangan gempa bumi tektonik secara beruntun :

10:58:08 WIB 2.18 LS - 136.63 BT 6.6 SR 10 Km 126 km Tenggara BIAK-PAPUA

10:38:13 WIB 2.37 LS - 136.66 BT 5.3 SR 10 Km 147 km Tenggara BIAK-PAPUA

10:16:28 WIB 2.17 LS - 136.59 BT 7.1 SR 10 Km 123 km Tenggara BIAK-PAPUA

10:06:01 WIB 2.03 LS - 136.67 BT 6.2 SR 10 Km 114 km Tenggara BIAK-PAPUA


Warga Biak Heppi Komaruddin saat dihubungi mengakui, masyarakat Biak berlarian ke luar rumah untuk menghindari kemungkinan munculnya gempa susulan di wilayah tersebut. "Saya sekarang di luar rumah, ya gempanya sangat terasa bergetar di sekitar rumah," ungkap Heppi Komaruddin, warga Distrik Samofa menanggapi terjadinya gempa susulan.

Ia mengakui, kepanikan warga Biak makin menjadi setelah mendengar peringatan pihak Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa bumi tektonik Biak dengan kekuatan 7,1 SR yang berpotensi Tsunami.

Sementara itu, warga Biak Tius Rumpaidus mengakui, kondisi masyarakat Biak merasakan gempa bumi tektonik berkekuatan 7,1 SR dengan kedalaman 10 km sebelah tenggara kota Biak. "Hingga sekarang warga Biak terlihat panik pasca gempa tektonik Rabu siang jam 10.16.28 WIB," ungkap pensiunan karyawan LPP RRI Biak menanggapi kasus gempa bumi tektonik di Biak, Rabu siang.

Sementara itu, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Biak Bambang Hermanto mengakui, kondisi laut Biak masih aman pasca terjadinya gempa bumi tektonik Rabu siang jam 10.16.28 WIB dengan kekuatan 7,1 SR.

Berdasarkan informasi, pasca peristiwa gempa bumi masyarakat Biak masih beraktivitas seperti biasa meski sempat terhenti karena terjadinya gempa bumi. Bahkan, sebagian warga yang berdiam di pesisir pantai ada sebagian keluar rumah karena takut terjadinya gelombang pasang pasca munculnya peringatan Tsunami dari BMKG setempat yang telah dicabut satu jam kemudian.

Perkembangan Korban dan Kerusakan
Sampai dengan pukul 13.00 WIB, jumlah korban meninggal akibat gempa yang terjadi pagi tadi sebanyak 2 orang. Korban meninggal terdapat di Kabupaten Yapen Waropen an. Kamria (47 tahun) dam Andrian (5 bulan). Selain korban meninggal juga terdapat korban yang mengalami luka berat sebanyak 1 orang dan terjadi pengungsian di Kelurahan Paung. Gempa juga mengakibatkan 15 unit rumah terbakar di Kabupaten Yapen Waropen. Sedangkan untuk kabupaten Biak, terdapat beberapa rumah yang mengalami retak-retak dan ambles.


Sampai dengan tanggal 17 Juni 2010 pukul 24.00 WIB, Korban meninggal tercatat 6 orang dan korban luk-luka berat 18 orang serta jumlah rumah rusak di Kabupaten Yapen Waropen akibat gempa tercatat 1.835 unit. Kerusakan rumah terdapat di Kota Serui 535 unit, sedangkan 1.300 unit di kecamatan lainnya. Selain rumah penduduk, 11 unit gereja, 4 unit sekolah dan kantor bupati juga mengalami kerusakan. Kondisi jaringan listrik di sebagian wilayah kabupaten Yapen Waropen padam namun untuk jaringan komunikasi tidak terjadi gangguan.
Kampung Aiyari, Randawaya, Hamtimoi, Karowaiti, Waita, Waridoni, Tare, Larelahiti, dan Kampung Wabudayar di Yapen Selatan itu sekarang terisolir dan membutuhkan bantuan pangan serta obat-obatan.

Sampai dengan tanggal 21 Juni 2010, tercatat 17 orang meninggal akibat gempa yang terjadi di Papua beberapa hari yang lalu. Sedangkan untuk korban luka sebanyak 15 orang dan pengungsi 4.606 orang. Gempa juga menimbulkan dampak kerusakan seperi rumah penduduk (3.423 unit), tempat ibadah (53 unit), sekolah (66 unit) pelabuhan (3 unit) dan puskesmas (1 unit).

Sumber : BMKG, BNPB, Antara, TV One

26 Mei 2010

Gempa Jember 5,1 SR

Gempa berkekuatan 5,1 Skala Richte, pukul 22.55 WIB dilaporkan mengguncang barat daya Kabupaten Jember, Jawa Timur. Meski begitu gempa berpusat di 9.51 LS dan 113.57 BT ini, sama sekali tidak dirasakan oleh warga di Kecamatan Gumukmas.

"Gempa? Kapan terjadi, mas. Kok kita tidak merasakan ada gempa," kata Aipda Bijet, petugas jaga Polsek Gumukmas, Kabupaten Jember, saat dihubungi detiksurabaya.com via telepon, Rabu (26/5/2010).

Menurut Aipda Bijet, letak Kecamatan Gumukmas hanya berjarak sekitar 7 kilometer dari bibir pantai. Meski begitu, gempa yang dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berkedalaman di 30 kilometer di bawah permukaan laut itu tidak dirasakannya.

"Saat ini saya lagi piket. Sama sekali tidak merasakan ada gempa," tegasnya.

BMKG mencatat gempa ini berpusat di 9.51 LS dan 113.57 BT atau sekitar 149 kilometer Barat Daya Jember, Jawa Timur, tidak berpotensi tsunami. Sumber : Detik.com

11 Mei 2010

Gempa Meulaboh 7,2 SR

Gempa berkekuatan 7,2 Skala Richter terjadi pada hari Minggu (9/10) sekitar pukul 12.59 WIB. Lokasi gempa berada pada koordinat 3,61 Lintang Utara - 95,84 Bujur Timur (sekitar 66 km barat daya Meulaboh-NAD). Pusat gempa berada pada kedalaman 30 Km. BMKG sempat mengeluarkan peringatan tsunami, dan sekitar pukul 14.20 WIB peringatan tsunami dinyatakan berakhir.


Gempa bumi terasa juga di daerah Medan, Padang dan Banda Aceh dengan guncangan terkuat dirasakan di Kab. Aceh Barat (Meulaboh), Kab. Aceh Barat Daya (Blang Pidie, Kec. Labuhan Haji dan Kec. Mangeng).

Data korban sementara yang telah dihimpun oleh Satkorlak PB Aceh dilaporkan 7 orang luka ringan dan 1 orang mengalami shock telah dirujuk ke RSUD Simeulue.

Sementara itu, di Kabupaten Simeulue terdapat kerusakan di empat kecamatan, yaitu Kec. Teluk Dalam tercatat 3 rumah, 3 unit sekolah, 1 masjid, dan 2 balai desa mengalami rusak ringan, serta beberapa ruas jalan retak. Di Kec. Simeulue Barat tercatat 1 unit rumah ibadah rusak berat, 1 sekolah dan 1 unit puskesmas serta 1 unit kantor camat rusak ringan. Di Kec. Calang tercatat 1 masjid, 1 kantor dan 1 sekolah rusak ringan. Selain itu, di Kec. Simeulue Timur beberapa puskesmas pembantu mengalami retak-retak.

BNPB telah mengirimkan Tim Reaksi Cepat gabungan yang terdiri dari BNPB, Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan untuk melakukan kaji cepat dan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Sumber : BNPB.

13 Desember 2009

Gempa 5,5 SR Guncang Kupang

Gempa 5,5 Skala Richter (SR) yang mengguncang Kupang, Nusa Tenggara Timur, membuat warga panik. Para pekerja langsung turun dari gedung-gedung perkantoran ketika gempa terjadi.

"Saya langsung turun dari lantai lima. Teman-teman kantor saya juga berlarian keluar," kata Abdul Hakim, salah seorang karyawan di Gedung Keuangan Negara, Kupang, NTT, Senin (14/12/2009).

Hakim menjelaskan tidak ada kerusakan dalam gempa yang berlangsung sekitar 15 detik itu. Saat ini para karyawan gedung itu pun telah kembali bekerja kembali.

Badan Meteorologi dan Geofisika menyatakan gempa berkekuatan 5,5 SR terjadi pukul 10.05 WIB. Gempa berlokasi di 10,26 Lintang Selatan dan 123,73 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer dari permukaan laut.

Pusat gempa berada di 19 kilometer tenggara Kupang, NTT, 278 kilometer barat daya Dili, 280 kilometer tenggara Ende, 391 kilometer tenggara Waingapu, NTT, dan 406 kilometer tenggara Ruteng, NTT. Sumber : detiknews.com

09 November 2009

Gempa 6,7 SR Guncang Raba-NTB

Gempa tektonik berkekuatan 6,7 pada skala Richter mengguncang wilayah Raba, Nusa Tenggara Barat (NTB) dini hari sekitar pukul 02:41:46 WIB.
Informasi yang diterima dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Senin dini hari menyebutkan gempa terjadi pada episentrum 8.24 Lintang Selatan (LS) 118.65 Bujur Timur (BT), kira-kira 28 kilometer barat laut Raba, NTB, pada kedalaman 25 km di bawah permukaan laut. Gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami, tetapi guncangannya dirasakan hingga ke wilayah Denpasar Bali dan Makassar Sulawesi Selatan.


Kerusakan Rumah Pasca Gempa Raba-NTB (sumber:suarantb.com)

Wilayah Terdampak
Guncangan gempa mengakibatkan warga panik dan berhamburan keluar. Kemudian berlarian menuju ke bukit-bukit terdekat karena takut apabila gempa disusul oleh tsunami. Namun beberapa lama warga kembali ke rumah masing-masing walaupun belum berani memasuki rumah.
Gempa di pagi dini hari itu, menurut warga Raba Bima Supran, terjadi dua kali hentakan dalam waktu sekitar 10 detik. Diduga kalau terjadi hentakan lagi kemungkinan bisa menimbulkan kerusakan. "Ya kalau saja terjadi goyangan lagi mungkin bisa merusak rumah," katanya.

Penduduk di kota Dompu Kabupaten Dompu yang berjarak 60 kilometer juga merasakan besar. Bahkan penduduk di kota Sumbawa Besar sekitar 300 kilometer di sebelah barat Raba Bima juga mengalami kepanikan.

Di kota Dompu, Haji Agus Suryanto yang berdiam di daerah perbukitan Simpasai sekitar dua kilometer dari tengah kota mengatakan penduduk di tengah kota berlarian menjauh dari rumah hingga pukul 04.30. "Setelah terdengar azan subuh baru berani masuk rumah," ujar Agus.

Keadaan di kota Sumbawa Besar, menurut penduduk Kelurahan Pekat Bukit Tinggi Khairuddin, juga mencemaskan. Sebab, setelah terjadinya goyangan gempa tersebut yang dirasakan cukup keras, disusul matinya aliran listrik di kota. "Sampai sekarang masih mati," ucapnya sewaktu dkonfirmasi pukul 05.30.

Perkembangan Terkini
Data sementara yang diperoleh Pusdalops BNPB dari Sekretariat Daerah Kab. Bima pukul 21.00 Wita, tercatat sebanyak 8 (delapan) kecamatan di wilayah Kab. Bima yang mengalami kerusakan meliputi rumah warga, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, jalan dan jembatan serta sarana publik lainnya. Sejauh ini belum ada korban meninggal, namun korban luka ringan hingga berat tercatat 70 orang yang terdiri dari 3 orang luka berat (patah tulang), dan 67 lainnya mengalami luka ringan hingga sedang. Korban tersebut masih dirawat di Puskesmas Ambalawi dan Puskesman Bolo, Kab. Bima.

Selain menimbulkan korban, rumah penduduk juga mengalami kerusakan yaitu sebanyak 442 unit (242 unit rusak berat dan 200 unit rusak ringan), 4 sekolah, 3 kantor, 1 tempat ibadah dan 1 unit sarana ksesehatan rusak.

Sementara itu, data kerusakan di Kota Bima yang diperoleh dari BPBD kota Bima, tercatat jumlah kecamatan yang terkena dampak gempa sebanyak 5 kecamatan, yaitu Rasanae Barat, Mpunda, Raba, Rasanae Timur dan Asakota. Korban meninggal terdapat di Kec. Asakota sebanyak 1 orang, sedangkan 27 orang mengalami luka berat dan 7 orang luka ringan. Rumah penduduk yang mengalami kerusakan sebanyak 2.678 unit, meliputi 717 unit rusak berat dan 1.961 unit rusak ringan.

BNPB telah mengerahkan tim tanggap darurat yang terdiri dari petugas Departemen Sosial, Departemen Kesehatan, Departemen Pekerjaan Umum dan Departemen Dalam Negri, untuk melakukan kajian secara cepat agar lebih fokus dalam penanganan bencana. Tim tersebut dipimpin oleh Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Ir. Soetrisno, M.Eng.
Sumber : Tempointeraktif.com, BNPB

21 Oktober 2009

Rehab rekon Gempa Sumbar Mulai 1 Nopember 2009

Pemerintah akan menghentikan situasi tanggap darurat penanganan gempa di Sumbar pada 30 Oktober 2009 dan akan diteruskan dengan rehabilitasi dan rekonstruksi mulau 1 November 2009.

"Perhitungan damage dan lost assesment sudah mulai dan diharapkan akhir bulan ini selesai," kata Direktur Kawasan Khusus dan Tertinggal Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suprayoga Hadi, Senin (19/10).

Penanganan rehab dan rekon ini dilakukan dengan pola penanganan yang mendekati Jogja. Nanti akan ada Peraturan Presiden (perpres) untuk pelaksanaan rehab rekon tersebut termasuk pembentukan gugus kerja rehab dan rekon.

"Nanti gubernur yang bertanggung jawab dan saat ini desain perpres sedang didesain," katanya. Beberapa bantuan dan stimulus akan diberikan seperti bantuan untuk pembangunan rumah sebesar Rp 15 juta untuk rumah rusak berat, Rp 10 juta untuk rusak sedang dan Rp 5 juta untuk rusak ringan.

"Untuk kerusakan yang sangat ringan seperti rumah retak akan diberikan bantuan Rp 1 juta, itu sudah diputuskan dalam rapat di Kesra," katanya.

Diharapkan pada 21 Oktober 2009 pemerintah sudah bisa menghitung berapa kerusakan yang terjadi sehingga rehab rekon bisa segera dilakukan. Sumber ; kontan

20 Oktober 2009

Sumbar Alami Kerusakan Infrastruktur 85 Persen

Sekitar 85 persen infrastruktur di Sumatera Barat rusak akibat gempa dengan kekuatan 7,6 SR yang terjadi pada Rabu (30/9) lalu. Demikian dikatakan Kepala Dinas Prasarana Jalan Sumbar, Dody Ruswandi di Padang, Senin (19/10).

Untuk membangun kembali bangunan pemerintah yang rusak tersebut dibutuhkan dana yang cukup besar. Untuk itu diusulkan pembentukan lembaga khusus yang diketuai Gubernur Sumbar dalam rangka penyelenggaraan pembangunan kembali infrasrtruktur pemerintah yang rusak akibat gempa. Lembaga khusus tersebut merupakan suatu organisasi yang terpisah dari program Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD), mengingat tugas rutin dari para SKPD tersebut sangat padat sekali.

Lembaga khusus yang dibentuk itu merupakan salah satu upaya mempercepat proses penyelenggaraan pembangunan kembali infrastruktur pemerintah yang rusak akibat gempa. Juga untuk membantu pengelolaan bantuan luar negeri dalam proses pembangunanan infrastruktur pemerintah yang rusak. Karena pembangunannya tidak cukup dengan dana dari APBD dan APBN saja.

Dari data Satkorlak Penanggulangan Bencana Sumbar, tercatat untuk jalan sebanyak 178 unit yang mengalami rusak berat, 63 unit rusak sedang dan 51 unit rusak ringan. Sedangkan jembatan yang mengalami rusak akibat gempa sebanyak 68 buah yang terdiri dari 21 buah rusak berat, 30 buah rusak sedang, serta 17 rusak ringan.

Empat titik kerusakan jalan yang parah di wilayah Padang Pariaman dan satu titik di jalur Padang-Solok Kilometer 18 mendesak untuk diperbaiki. Lima titik tersebut kini nyaris putus akibat gempa dan terancam longsor, terutama apabila hujan deras tiba.

Kerusakan empat titik jalan di wilayah Padang Pariaman dikhawatirkan akan mengganggu pengiriman bantuan dan aktivitas pemulihan serta tahap rekonstruksi di sejumlah wilayah pedalaman di kabupaten tersebut. Empat titik tersebut semuanya terletak di Kecamatan V Koto Timur, yang menuju ke arah Nagari Padang Alai serta Patamuan. Dua wilayah yang menjadi area terparah dampak gempa dan saat ini sebagian besar warganya masih dalam pengungsian.

Sementara itu, di Jalur Padang-Solok di Km 18 juga mengkhawatirkan. Jalur ini merupakan jalan nasional yang menghubungkan Padang dengan Kabupaten Solok serta kabupaten-kabupaten lain di wilayah tenggara.

Kepala Bidang Pelaksana Balai Besar Jalan Nasional Direktorat Jenderal Bina Marga wilayah Sumatera Barat, Hajito mengungkapkan, lima titik tersebut telah direkomendasikan untuk segera diperbaiki. Jenis kerusakannya terbilang mengkhawatirkan karena sebagian badan jalan terbawa longsor dan rawan mengalami longsor susulan. Titik-titik yang rusak ini berada di jurang yang sangat tinggi sehingga berbahaya untuk dilalui serta riskan.

Untuk perbaikan titik-titik jalan yang rusak tersebut dibutuhkan biaya yang sangat besar. Karena diperlukan pengurukan dan konstruksi pendukung guna mencegah longsoran. Apalagi, sekitar badan jalan selama ini termasuk wilayah rawan longsor.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Priyadi Kardono, mengatakan, perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan merupakan salah satu prioritas utama BNPB dalam tahap rekonstruksi dan rehabilitasi.

Tentunya jalan dan jembatan yang terancam putus harus diperbaiki dahulu supaya bantuan tak terputus ke para korban di wilayah yang terletak di perdalaman. "Selain itu, dalam tahap rekonstruksi dan rehabilitasi nantinya kita harus menembus wilayah-wilayah di lereng perbukitan itu," ujar Priyadi.

Mengenai korban gempa yang ada di daerah rawan longsor, Priyadi mengatakan, akan dibangunkan rumah tinggal. Mengenai tempatnya masih akan dibahas bersama pemerintah daerah, termasuk kepastian mengenai pola rekonstruksi dan rehabilitasi.

"Kemungkinan pola yang dipakai minimal seperti di Yogyakarta. Tapi, mungkin tak sepenuhnya sama karena budaya di Sumbar yang berbeda dengan di Yogya, misalnya soal gotong royong. Yang pasti, untuk di Sumbar kami akan mempertimbangkan kultur setempat," tandasnya.

Perkembangan terakhir kondisi pasca gempa di Sumbar, listrik sudah 95 persen beroperasi, telepon 100 persen beroperasi dan air 85 persen. Uang dan lauk-pauk sudah didistribusikan 2x10 hari. Sedangkan bantuan untuk kelas darurat juga sudah didistribusikan untuk 3.100 kelas darurat. Tim verifikasi sedang turun ke lokasi-lokasi bencana sampai tanggal 21 Oktober. Demikian laporan yang disampaikan Gubernur Sumbar, Gamawan Fauzi.


 
© Copyright by Siaga Bencana  |  Template by Blogspot tutorial