#

INFO BENCANA TERKINI

Info Gunungapi Bromo Meletus, Kab. Probolinggo-Prop. Jatim , 26-Desember-10 17:30:00 WIB, Warga lereng Bromo dari 12 Desa sekitar yang bermukim di sekitar Gunung Bromo terpapar debu vulkanik pekat, 106 rumah roboh, 2 sekolah roboh, Pertanian rusak, suplai air bersih terhambatAnda Peduli Bencana, Salurkan Bantuan dan Dana kirim ke Rek.BCA - 0813004392 Mari Peduli dan Dukung Kami - Terima kasih

Gunungapi Merapi Meletus


View Letusan Merapi in a larger map

Tahap Penanggulangan Bencana

;
Tampilkan postingan dengan label Banjir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Banjir. Tampilkan semua postingan

06 Oktober 2010

Dahsyat Banjir Bandang Wasior, Papua

Banjir bandang meluluhlantakan Kota Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Ratusan rumah warga dan fasilitas umum kota rusak parah akibat terjangan air bah kemarin pagi.

Banjir bandang setinggi tiga meter menerjang Kota Wasior sekira pukul 07.00 WIT langsung meratakan pemukiman warga. Hingga saat ini dilaporkan ada 64 warga tewas akibat musibah ini.

Bahkan, derasnya aliran air membuat beberapa motor yang terparkir tersangkut di atas genting rumah warga. Tak hanya itu, pesawat Susi Air yang biasa melayani rute lokal ikut rusak saat berada di landasan pacu Bandara Manokwari.
Saat ini ribuan warga Wasior tengah dievakuasi ke tempat yang terbebas dari genangan air. Namun, bantuan untuk kebutuhan pokok masih minim.


Bantuan dan Kebutuhan

Akses transportasi darat terputus akibat banjir bandang yang melanda Distrik Wasior dan Distrik Wondiwoi di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Bantuan hanya bisa mengalir lewat jalur udara dan laut.

Berdasarkan laporan dari Posko Markas PMI Provinsi Papua, bencana banjir bandang ini telah merenggut nyawa puluhan warga dan menyebabkan 300 orang lainnya mengalami luka berat. Tim dari PMI Provinsi Papua bersama Tim SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua, masih terus melakukan proses evakuasi.

Bencana yang melanda, tak cuma banjir bandang tapi juga longsor di beberapa wilayah di Wasior. Hingga malam ini (Selasa), dikhawatirkan masih banyak korban yang tertimbun tanah longsor dan bebatuan.
PMI Provinsi Papua telah mengirimkan lima orang tim dokter dari Manokwari menuju Distrik Wasior melalui helikopter dan telah bergabung bersama tim medis dari Dinas Kesehatan pemerintah setempat untuk memberikan layanan medis kepada para korban luka di Wasior.


Warga mengungsi di lima lokasi, di antaranya di depan Bandara Wasior, di kantor bupati lama, dan tiga lokasi lainnya di Desa Manggurai. Situasi terkini dikabarkan, Wasior masih gelap gulita tanpa listrik dan kehilangan akses transportasi darat, dan kekurangan bahan bakar. Di sana juga minim akses layanan fasilitas umum karena kantor, sekolah, serta layanan kesehatan setempat rusak parah karena banjir bandang.


Hasil sementara pendataan awal dari tim assessment para relawan dari PMI Provinsi Papua, seperti dimuat di situs PMI, Rabu (6/10/2010), dilaporkan bahwa dalam operasi tanggap darurat banjir bandang, dibutuhkan ratusan kantong mayat dan bantuan untuk korban di pengungsian, berupa susu, pakaian balita, pakaian layak pakai, bahan makanan dan minuman siap santap, stok obat-obatan, bahan bakar untuk penerangan serta tenda-tenda untuk menampung para pengungsi.


Berdasarkan laporan dari BPBD dan pemerintah setempat hingga Selasa sore, banjir bandang di Papua Barat telah menewaskan 64 warga dan 103 orang lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.


Pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp800 juta untuk masa tanggap darutat. “Yang sudah dikirim Rp300 juta dan hari ini akan ditambah lagi oleh kepala BNPB, mungkin sekira Rp500 juta. Juga bantuan dari Pemprov sendiri dan bantuan barang-barang yang bisa dipakai. Sumber :Okezone.com

25 Juli 2010

Banjir Tanah Bumbu, Kalimantan

Banjir besar melanda kawasan pemukinan di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Selain merendam ribuan rumah penduduk, ruas jalan provinsi lintas Banjarmasin – Kabupaten Tanah Laut – Kabupaten Tanah Bumbu terendam air hingga 2 meter dan menyebabkan arus lalu lintas terputus.

Hujan lebat yang turun dalam beberapa hari terakhir di kawasan itu menyebabkan meluapnya Sungai Satui, Sungai Danau dan Kintap, di mana terdapat tambang batubara besar, salah satunya milik PT Arutmin Indonesia.

Banjir yang berlangsung sejak Sabtu dini hari ini juga menyebabkan empat orang hilang dan dua orang di antaranya ditemukan sudah menjadi mayat, Sabtu siang.

Data korban banjir yang diperoleh Tempo dari Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, yaitu rumah 3.198 kepala keluarga terendam banjir, dan sebagian dari mereka diungsikan ke bangunan pasar, sekolah, gedung serbaguna.

”Total warga mengungsi belum terdata, namun bahan makanan telah siap di lokasi,” ujar Kepala Hubungan Masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu Ardiansyah, Sabtu.

Korban tewas sementara dua orang, satu berusia 30 tahun dan satu lagi pria 70 tahun. Pihak SAR Gabungan terus melakukan pencarian korban lainnya. Empat orang dilaporkan hilang terseret arus, ujar Ardiansyah.

Banjir Meluas

Banjir yang melanda Kabupaten Tanah Bumbu dan Tanah Laut di Kalimantan Selatan terus meluas menyusul masih tingginya curah hujan turun di wilayah tersebut.

Kepala Bagian Humas Pemkab Tanah Bumbu, Ardiansyah, Minggu (25/7), mengatakan banjir telah merendami sebagian besar daerah dataran rendah sepanjang tepi sungai Satui dan Kusan Hulu. "Saat ini banjir terus meluas dan merendami tiga kecamatan di Tanah Bumbu,"
ungkapnya.

Jika sehari sebelumnya, Sabtu (24/7), banjir hanya melanda enam desa di Kecamatan Sungai Danau, kini banjir meluas dan telah merendami sepuluh desa di tiga kecamatan ditambah Kecamatan Karang Bintang dan Kusan Hulu. Saat ini diperkirakan 4.000 rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air rata-rata satu meter sampai satu setengah meter.

Kecamatan Sungai Danau, merupakan daerah terparah dilanda banjir meliputi Desa Sungai Danau sebanyak 13 rukun tetangga terdiri 281 keluarga, Desa Bukit Baru enam RT (81 KK), Desa Jombang tiga RT (66 KK), Desa Satui Timur empat RT (219 KK), Desa Sekapuk enam RT (95 KK). Sedangan desa terparah dilanda banjir yaitu Desa Sinar Bulan dan Makmur Mulia sebanyak 10 Rt dengan jumlah korban banjir mencapai 1.332 KK.

Total warga korban banjir di wilayah ini mencapai 3.198 KK atau lebih dari 10.000 Jiwa. "Hingga kini warga masih menempati tenda-tenda dan bangunan tempat pengungsian yang disediakan pemerintah. Adapula warga yang menumpang di rumah sanak keluarga mereka," tambahnya.

Sementara, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalsel, Akhmad Ariffin, mengatakan banjir di Tanah Bumbu, juga menyebabkan dua warga bernama Galuh,35 dan M Jufri,65 tewas akibat terseret arus. "Tim SAR juga masih melakukan pencarian terhadap tiga warga lainnya yang hilang terseret arus sungai satui," tuturnya.

Banjir di wilayahnya inipun sempat memutuskan arus lalu lintas di jalan trans kalimantan poros selatan yang menghubungkan Kota Banjarmasin ke Kabupaten Kotabaru. Selain wilayah Tanah Bumbu, banjir besar juga melanda wilayah sekitar tambang di Kabupaten Tanah Laut yaitu Kecamatan Kintap. Tercatat sebanyak 388 keluarga di Desa Kintapura, Desa Kintap Lama dan Desa Pasir Putih permukimannya terendam banjir.

Sumber : Tempo.com, Media Indonesia

16 Juli 2010

Bantaeng Diterjang Banjir Bandang

Bencana banjir terus saja terjadi. Kemarin,sekitar 100 rumah warga yang tersebar di Kecamatan Bissappu,Kabupaten Bantaeng,rusak akibat diterjang banjir.


Ke-100 rumah warga tersebut berada di Kelurahan Bonto Rita,Kecamatan Bissappu, Jalan Monginsidi, Jalan Bakri,Kayangan, Garegea, Tala-tala, dan Kayu Lompoa. Bencana banjir tersebut, akibat hujan deras yang mengguyur daerah ini sejak Selasa (13/7) lalu. Meski tidak ada korban jiwa, banjir bandang ini menimbulkan kerugian materiil akibat rendaman air mencapai ketinggian dada orang dewasa.

Informasi yang dikumpulkan harian Seputar Indonesia (SI) menyebutkan, air mulai menggenangi permukiman warga sejak sekitar pukul 01.30 Wita dini hari kemarin.Setengah jam kemudian, ketinggian air sudah mencapai dada orang dewasa. “Saat itu banyak warga panik.


Apalagi banjir ini menimbulkan kerugian cukup besar di kalangan warga yang sebagian permukiman itu terbuat dari rumah panggung,” kata Maemunah,warga Kelurahan Bonto Rita,yang sedang menunggu bantuan sembako kemarin. Hasil verifikasi di kelurahan oleh Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Bantaeng tercatat, jumlah rumah yang mengalami rusak berat mencapai 35 dan rusak sedang 65 unit.


Saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banteng sudah memberikan bantuan. Bantuan diberikan berupa peralatan dapur, seperti kompor, wajan, teko, tempat nasi, cerek, selimut, tikar plastik, dan sembako. Bantuan ini diberikan kepada warga yang rumahnya mengalami rusak berat.


Sementara warga yang rumahnya mengalami rusak ringan atau terendam banjir hanya mem-peroleh bantuan sembako berupa beras 5 kg, mi instan 5 bungkus, ikan kaleng 3 buah, kecap dan sambal masing-masing 1 botol. Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Bantaeng Abd Rasyid menuturkan, bantuan kepada korban banjir merupakan wujud kepedulian Pemkab.


“Bupati Bantaeng sudah melihat langsung kondisi di lapangan. Karena itu, melalui Dinas Sosial (Dinsos),diberikan bantuan untuk mengurangi beban masyarakat. Insya Allah,Pemkab akan berupaya memberikan bantuan tam-bahan kepada korban banjir di dae-rah ini,”ungkapnya.


Menurutnya, Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah sudah mengingatkan warga tetap waspada untuk mengantisipasi kemungkin-an musibah banjir hingga akhir Juli,sebab hingga kini belum bisa diprediksi kapan hujan akan berakhir.Khusus warga yang rumahnya mengalami rusak parah karena hanyut,Pemkab melalui Dinsos akan mengupayakan bantuan tambahan

24 Juni 2010

Banjir Dahsyat 42 Tewas dan 1.000 Hilang di Brasil

Brazil dilanda banjir besar. Pemerintah menyatakan setidaknya 42 orang tewas dan lebih dari 1.000 orang hilang akibat banjir yang menenghancurkan beberapa kota dan desa di sebelah timur laut Brazil.

Hujan besar di negara bagian Alagoas dan Pernambuco telah menenggelamkan kota, menghancurkan bendungan sungai dan menyebabkan lebih dari 40 ribu orang kehilangan tenpat tinggalnya.

Atas kejadian tersebut, 29 orang tewas dan 607 orang hilang di Alagoas. Sebanyak 500 orang yang hilang berasal dari daerah Uniao de Palmeiras yang dihempas oleh air setelah bendungan jebol akibat curah hujan yang tinggi. Di wilayah ini, sebanyak 26 ribu orang kehilangan tempat tinggalnya.

"Sayangnya, semua kota hampir mendekati seratus persen hancur," kata juru bicara peratahanan sipil wilayah Alagoas, Sandro Cavalcante seperti yang dilansir reuters, Rabu (23/6/2010).

Sementara itu, di sebelah utara Alagoas, Pernambuco, 13 orang tewas dan hampir 18 ribu orang kehilangan tempat tinggalnya.

Gambar dari Globo Television menunjukan seluruh kota rata tenggelam oleh air. Puing-puing rumah dan mobil tampak mengapung. Rel-rel kereta juga terkoyak oleh kekuatan air.

"Kota ini tampak seperti kota yang baru saja terkena ledakan bom atom," kata Gubernur Alagoas, Tetonio Vilela Filho.

"Kami berdoa semoga mereka yang hilang masih hidup," ujar dia.

Presiden Luiz Inacio Lula da Silva segera menggelar rapat darurat pada hari Selasa. Pemerintah akan segara memberikan bantuan dan upaya penyelamatan pada daerah yang terkena dampak pada hari Rabu ini.

Pemerintah Brazil mengalokasikan dana sebesar USD 56 juta sebagai bantuan awal, mengirimkan 20 ribu kantong bahan makanan pokok, serta mengirimkan kasur dan selimut bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal. Sumber : Vivanews.com

23 Juni 2010

Banjir China Menelan 200 Jiwa

Satu bendungan yang dilanda banjir di Cina kembali bobol, Rabu (23/6). Sementara, banjir besar menewaskan hampir 200 orang dan sekitar 100.000 warga mengungsi akibat musibah itu.

Air Sungai Fu di provinsi Jiangxi pertama kali menghantam Bendungan Changkai, Senin (21/6) malam setelah beberapa hari hujan lebat, mengancam daerah-daerah sekitar kota kecil Fuzhou.Air sungai itu menghantam bendungan itu kembali Rabu pagi, kata kantor berita Xinhua.

Penduduk yang rumahnya terancam banjir sudah diungsikan Selasa malam, katanya. Pasukan berpakaian rompi oranye menggunakan sampan-sampan untuk mencari penduduk yang terkepung dan membawa mereka ke tempat yang aman.

"Rumah kami tidak terkena banjir tetapi pada pukul 02:00 waktu setempat air mulai meluap dengan sangat cepat, jadi kami buru-buru mengumpulkan barang-barang kami dan pergi," kata seoarng penduduk, yang mengaku bernama Wu.

Hujan lebat melanda banyak daerah China selatan dalam pekan lalu menewaskan paling tidak 199 orang dan menyebabkan 123 orang hilang. Sementara air sungai meluap dan tanah longsor menghambat hubungan jalan raya dan kereta api, kata Kementerian Urusan Sipil.

Lebih dari 2,38 juta orang telah diungsikan walaupun banyak mengungsi ke lokasi yang terdekat. Banjir telah menyebabkan kerugian ekonomi sekitar 42,12 miliar yuan (6.2 miliar dolar), dengan lebih dari 1.6 juta hektar tanah pertanian digenangi air dan sekitar 195.000 rumah ambruk.

Keadaan itu mengingatkan pada banjir hebat di China tahun 1998, ketika Perdana Menteri (waktu itu) Zhu Rongji mengeluhkan bahwa bendungan-bendungan pencegah banjir kondisinya buruk.

Saat ini, para pemimpin negara itu tampaknya berusaha menggunakan ancaman banjir itu sebagai unjuk kekuatan nasional, dan usaha-usaha pertolongan mendapat perhatian besar di media pemerintah. Tetapi seorang pejabat senior penanggulangan bencana mengemukakan kepada "beberapa jaringan yang lemah perlu diperhatikan".

"Khususnya sungai-sungai kelas menengah dan lebih kecil, standar-standar pencegahan banjir lebih rendah dan segera satu banjir besar terjadi yang kemungkinan besar berbahaya," kata laporan itu mengutip pernyataan tersebut itu.

Lebih dari 15.000 orang termasuk tentara dan polisi sedang berusaha mengatasi pecahnya Bendungan Changkai dengan karung berisi pasir dan benda-neda lainnya, kata laporan media resmi. Para pejabat dikerahkan untuk menutup kebobolan pertama di bendungan yang meluas sampai 400 meter menghantam bagian-bagian tanggul sepanjang 82km yang melindugi daerah pertanian yang letaknya rendah yang berpenduduk sekitar 150.000 orang.

Tentara dan para pejabat dikerahkan, Rabu, untuk menyelamatkan 100.000 orang yang rumah-rumah mereka dilanda banjir atau terancam air bah, kata Xinhua. Tidak ada korban sampai hari ini.

Presiden Hu Jintao dan Perdana Menteri Wen Jiabao menyerukan untuk melakukan "segala usaha mengatasi banjir dan meyelamatkan nyawa penduduk" setelah bendungan itu bobol, kata Xinhua.

Hampir setiap tahun, daerah-daerah China dilanda banjir yang menelan korban jiwa. Pusat Meteorologi Nasional memperingatkan bahwa hujan-hujan yang turun sekarang dapat menghantam daerah-daerah selatan sampai Sabtu.

21 Juni 2010

Banjir Rendam 4.327 Rumah Di Gorontalo

Banjir yang merendam sejumlah kawasan di Gorontalo sejak Minggu (20/6) menyebabkan 4.327 rumah terendam.

Hendarman Tolinggi, salah seorang anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Gorontalo mengatakan, jumlah tersebut merupakan data yang mereka temukan dari hasil kunjungan lapangan ditempat yang menjadi korban banjir. “Dari jumlah itu, sebanyak 52 rumah rusak berat, dan 4.275 rusak ringan,” kata Hendarman, Senin (21/6).

Kawasan yang terendam banjir meliputi Kecamatan Limboto, Limboto Barat, Isimu, Bongomeme, Boliyohuto, Tilango, Tilote, dan Kecamatan Tabumela. “Jika dihitung per kepala keluarga, korbannya menjadi 5.847 keluarga atau 21.581 jiwa,” ujarnya.

Hendarman mengungkapkan, sejauh ini, pihaknya melalui Tagana Kabupaten Gorontalo telah mendistribusi makanan berat sebanyak 1.500 bungkus dan bahan makanan seperti beras, kecap dan supermi di Kecamatan Boliyohuto. “Kecamatan lainnya menyusul,” kata Hendarman.

Sementara itu, warga di Desa Pangadaa Kecamatan Bongomeme yang menjadi korban banjir, hingga saat ini mengaku belum mendapatkan bantuan dari pemerintah. “Yang ada hanya bantuan dari tim sukses salah satu calon bupati, tapi itupun hanya satu bungkus supermie untuk satu orang,” kata Haryadi, salah seorang warga di Bongomeme. Sumber : Tempo

08 Juni 2010

Banjir Tangerang Rendam Ratusan

Ratusan rumah penduduk yang berada di perumahan Total Persada Kelurahan Gembor, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Banten, terendam banjir, Selasa (8/6). Air dengan ketinggian mencapai 1,5 meter itu diakibatkan Kali Cirarap yang mengalir di wilayah mereka meluap.

Rumah warga yang terendam air bah itu berada di Blok E dan Blok I dengan ketinggian air 1,5 meter dan di Blok A hingga Blok D mencapai 95 sentimeter. Sejumlah warga yang rumahnya terendam terpaksa mengungsi ke lokasi lain yang lebih tinggi di Blok N dekat masjid dan kantor Kelurahan Gembor.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tapi beberapa warga masih bertahan di rumah masing-masing dengan mengungsi ke lantai II. Upaya Pemkot Tangerang membangun tanggul dan rumah pompa tidak mampu membendung air karena hujan deras yang menguyur daerah ini terus menerus sejak Senin kemarin hingga Selasa siang.

Akibat banjir, arus lalu lintas menuju Perumahan total Persada melalui Sangiang atau sebaliknya dialihkan sebagian ke Perumahan Regensi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang H. Wahidin Halim mengatakan banjir yang mengenangi Perumahan Total Persada dan Perumahan Mutiara Pluit bukan saja menjadi tanggung jawab pihaknya, melainkan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Menurut dia, Kali Cirarap yang melewati Perumahan Total Persada sedangkan di hulunya berasal dari Kabupaten Tangerang yang mengalami penyempitan akibat lumpur dan sampah. Sumber : SCTV.com

23 Mei 2010

Banjir Melanda Bojonegoro

Saat ini elevasi atau tinggi permukaan air Bengawan Solo di Ngawi hingga Bojonegoro, Jawa Timur, sudah turun, di bawah siaga I. Namun, genangan air akibat luapan Sungai Bengawan Solo selama Minggu (16/5) hingga Selasa lalu menyebabkan 3.174 hektar lahan pertanian yang terdiri dari 1.846 hektar tanaman padi dan 1.328 pesemaian rusak.

Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro Pudjo Buntoro, kemarin, sudetan Plangwot-Sedayulawas lancar mengalirkan air ke laut sehingga mempercepat surutnya banjir. ”Namun, elevasi air di Babat hingga Karanggeneng, Lamongan, masih siaga II. Diperkirakan Kamis (hari ini) normal,” ujarnya.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro Subekti, ribuan hektar lahan pertanian yang rusak itu tersebar di 71 desa di Kecamatan Ngraho, Padangan, Kasiman, Malo, Kalitidu, Dander, Trucuk, Bojonegoro, Kapas, Balen, Kanor, dan Baureno.

”Di Kecamatan Bojonegoro, sekitar 80 hektar pesemaian (padi) dengan umur 35 hari rusak akibat banjir. Di Kecamatan Balen mencapai 695 hektar. Petani juga merugi karena pupuk yang ditebarkan pada tanaman sia-sia, ikut hanyut,” lanjut Subekti.

Di Jawa Timur, wilayah yang masih dilanda banjir antara lain Kabupaten Tuban. Kemarin genangan air masih terlihat di Desa Patihan, Kecamatan Widang; Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel; Desa Sandingrowo, Mojoagung, dan Glagahsari di Kecamatan Soko; serta Desa Kebomelati, Kecamatan Plumpang. Ketinggian genangan air 10-30 sentimeter.

Bawang merah
Di Bantul, DI Yogyakarta, curah hujan tinggi selama beberapa hari terakhir ini merendam 109 hektar lahan bawang merah di Parangtritis. Kejadian yang baru pertama kali ini diperkirakan merugikan petani hingga Rp 2 miliar.

Empat hari lalu lahan bawang merah yang terendam sekitar 90 hektar di tujuh dusun di Parangtritis, yakni Depok, Bungkus, Semiran, Duwuran, Grogol VII, Grogol VIII, dan Grogol IX.

”Kemarin (Selasa) meluas. Kami sedang mengkaji jenis bantuan yang tepat,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul Edy Suharyanto, kemarin. Sumber : BNPB

06 Mei 2010

Ribuan Rumah Terendam Banjir Trenggalek

Enam desa di Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, diterjang banjir bandang pada Rabu (5/5/2010) sore.
Informasi yang dihimpun, air yang berasal dari hujan itu telah merendam rumah warga yang diperkirakan mencapai ribuan kepala keluarga (KK). Bahkan luapan yang berasal dari mata air Gunung Kembar Desa Tawing tersebut telah menenggelamkan ruas jalan hingga satu meter lebih. Enam desa yang terendam ini adalah Karangturi, Munjungan, Tawing, Masaran, Craken, dan Bendoroto.

Menurut keterangan Fatkul Hadi, salah satu warga Munjungan, hujan deras itu juga mengakibatkan longsor di sejumlah tebing, termasuk merusak jembatan desa. “Bahkan beberapa longsoran menutup ruas jalan yang menghubungkan wilayah Munjungan dengan desa di sekitarnya, “ujarnya kepada wartawan.

Sejauh ini belum ada informasi adanya korban jiwa maupun luka, Sebelum musibah yang pertama kali terjadi ini, hujan turun sejak siang hari. Karena sebagian besar hutan di kawasan Munjungan telah gundul, air yang jatuh ke tanah langsung meluncur ke dataran lebih rendah.

Wilayah Munjungan secara geografis berada daerah dataran tinggi pegunungan. Wilayah ini tepatnya di sebelah selatan Kota Trenggalek. Akibat limpahan air dalam jumlah besar itu sejumlah sungai di sekitar Munjungan kemungkinan tidak mampu menampung.

Sekira pukul 15.00 WIB, menurut Fatkul, air mulai menggenangi rumah warga, termasuk menenggelamkan sejumlah ruas jalan. Karena ketakutan, sejumlah warga mulai melakukan kegiatan pengungsian. Terutama perempuan, manula dan anak-anak.

Namun tidak sedikit warga yang bertahan di dalam rumah. Mengingat tidak ada laporan waduk yang jebol, banjir bandang ini murni berasal dari tidak terbendungnya air hujan. “Sejauh ini pemerintah belum mengambil tindakan. Sebab hujan terus turun dan tentunya ketinggian air akan terus naik,” papar Fatkul.

28 April 2010

Banjir Bandang Melanda Bojonegoro-Cepu

Curah hujan selama tiga jam telah mengakibatkan Banjir bandang (flash flood) pada Selasa malam pukul 21.00 WIB berlangsung beberapa jam (27/4) yang melanda tiga kecamatan yaitu Kec. Kasiman, Kec. Malo dan Kec. Kedewan di Kabupaten Bojonegoro dan Kec. Cepu, Kab. Banjir yang datang tiba-tiba tersebut telah menimbulkan korban meninggal Ngadiono, 49 tahun, warga Desa Karangboyo, Kecamatan Cepu.


Kepala Kepolisian Sektor Cepu Ajun Komisaris Polisi Andika Bayu menjelaskan, korban yang bekerja sebagai anggota Satuan Pengamanan (Satpam) Gereja Bethani, Cepu, itu nekat menyeberangi jalan yang saat itu dipenuhi arus air yang deras.

Jenazahnya ditemukan mengambang di sungai Karangboyo di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah pada Rabu (28/4), dan dibawa pulang ke kampung asalnya di Desa Kabunan, Kecamatan Balen, Bojonegoro.

Selain Ngadiono, seorang lagi juga terseret air. Namun berhasil diselamatkan. Namun Andika tidak menjelaskan identitas orang tersebut. ”Jadi jumlah korban tewas akibat banjir bandang di Kasiman hanya satu orang,”.

Banjir bandang yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Kasiman dan Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, juga menimpa sejumlah desa di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Sebanyak 1.567 rumah warga terendam. 115 di antaranya rusak berat, serta lima rumah hanyut. Banjir bandang melanda sejumlah desa di Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dan mengakibatkan lima rumah roboh, seratusan lebih rumah rusak berat, serta sejumlah sapi dan kambing milik warga hanyut.

"Pendataan masih kami lakukan. Belum ada data laporan korban jiwa pada kejadian itu," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Jhony Nurhariyanto, Rabu (28/4/2010).

Dari data yang sudah masuk, banjir bandang melanda Desa Tambakmerak dan mengakibatkan 532 rumah yang dihuni 2.128 jiwa terendam air dengan ketinggian berkisar 0,50 hingga 1,5 meter.

Di desa setempat, banjir mengakibatkan lima rumah yang dihuni 27 jiwa hanyut dan 115 rumah mengalami rusak berat, mulai dari dinding jebol hingga bangunan rumah longsor. "Sejumlah sapi dan kambing milik warga hanyut terbawa air banjir bandang," ucapnya.

Sementara itu, banjir juga menerjang 400 rumah yang dihuni sekitar 2.000 jiwa di Desa Ngaglik. Akibatnya, warga yang menjadi korban banjir bandang terpaksa mengungsi mencari tempat yang aman.

Di Desa Sidomukti, banjir bandang menerjang 192 rumah warga dan di Desa Batokan banjir menerjang 590 rumah yang dihuni sekitar 2.000 jiwa. Menurut dia, penanganan korban banjir bandang sekarang ini dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro bersama Muspika Kasiman.

"Bersama warga melakukan gotong royong, untuk menyelamatkan warga yang menjadi korban banjir bandang, termasuk pasokan sembako ke wilayah lokasi bencana," ujar Jhony.

Berdasarkan laporan Camat Kedewan Herry Kiswanto, akibat banjir bandang di wilayah setempat, akses jalan dari Kecamatan Kedewan ke arah Kecamatan Kasiman terputus akibat jembatan di Desa Jintel, Kecamatan Kasiman, tergerus air.

"Untuk penghubung dua kecamatan harus dilakukan dengan cara berputar lewat pegunungan karena jembatan di Desa Jintel rusak tidak bisa dilewati kendaraan akibat banjir bandang," tuturnya.

Sebelum terjadi banjir bandang di wilayah setempat, terjadi hujan cukup deras selama sekitar tiga jam. "Dari pendataan kami di lapangan, tidak ada laporan korban jiwa," katanya. Sumber : Radar Bojonegoro, Kompas.com

27 Maret 2010

Dampak Banjir Karawang 22.500 Rumah Terendam

Sebanyak 22.500 rumah penduduk di 36 desa/kelurahan di 10 kecamatan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, hingga Jumat (26/3), masih terendam banjir sejak sepekan lalu akibat terus meluapnya Sungai Citarum.

"Sesuai dengan perkembangan laporan yang diperoleh, hingga Jumat siang terdapat 22.500 rumah yang masih terendam, tersebar di sepuluh kecamatan," kata Kepala Dinas Sosial Karawang, Banuara Nadeak.

Sepuluh kecamatan itu ialah Kecamatan Karawang Barat (7.517 rumah), Karawang Timur (412 rumah), Telukjambe Timur (9.510 rumah), Telukjambe Barat (604 rumah), Ciampel (81 rumah), Batujaya (250 rumah), dan Kecamatan Klari (97 rumah).

Kecamatan lainnya ialah Kecamatan Pakisjaya sebanyak 1.533 rumah, Kecamatan Rengasdengklok sebanyak 1.308 rumah dan sebanyak 1.192 rumah yang terendam di sekitar Kecamatan Jayakerta.

Menurut Banuara, akibat banjir yang masih melanda 10 kecamatan tersebut, sedikitnya terdapat 83.000 korban banjir di Karawang mengungsi ke sejumlah tempat yang disediakan, seperti di tenda-tenda darurat, gedung sekolah, gedung pemerintahan, dan rumah-rumah toko.

Para korban banjir itu dipastikan akan terus mengungsi hingga banjir di daerah mereka surut. Sedangkan pada saat ini banjir belum ada tanda-tanda akan surut. "Kami bersama pihak lainnya sudah membangun tujuh dapur umum yang tersebar di beberapa pengungsian," katanya. Sumber : Media Indonesia

23 Maret 2010

Bencana Banjir Meluas Di Karawang

Banjir akibat meluapnya sungai Citarum yang terjadi di beberapa daerah sekitar Kabupaten Karawang, Jawa Barat, sejak Kamis (18/3) lalu sudah meluas sampai hingga daerah pesisir utara Karawang, Sabtu.

Ketinggian air di daerah pesisir utara Karawang, tepatnya, di beberapa desa sekitar Kecamatan Pakisyaja, Karawang, pada Sabtu sore mencapai antara lutut hingga paha orang dewasa. Sehingga terdapat puluhan rumah dan puluhan hektar areal persawahan tergenang banjir.

Salah seorang korban banjir di Kecamatan Pakisjaya, Idam (28), mengatakan, banjir yang terjadi di daerahnya sudah terjadi sejak Jumat (19/3) malam. Tetapi, baru meluas ke beberapa daerah pada Sabtu ini. Kondisi itu terjadi akibat meluapnya sungai Citarum di beberapa titik daerah tersebut.

Pantauan ANTARA, warga korban banjir di daerah itu masih banyak yang bertahan di rumahnya masing-masing, karena kondisi banjir masih dinilai aman. Sejumlah warga mengaku baru akan mengungsi jika banjir terus meninggi.

Sementara itu, warga yang tinggal di dekat sungai Citarum wilayah Kecamatan Batujaya dan Rengasdengklok, Karawang, sejak Sabtu sore hingga malam tengah mengkhawatirkan meluapnya sungai Citarum di dua daerah tersebut. Banyak warga yang menjaga sisi sungai Citarum, karena khawatir sungai Citarum meluap.

Bahkan, ada sejumlah warga di dua kecamatan itu melakukan penambalan tanggul sungai Citarum yang berpotensi jebol, dengan menggunakan tanah atau pasir yang dibungkus karung. Kemudian, karung berisi tanah atau pasir itu disimpan ditanggul yang dinilai bisa berpotensi jebol.

Sedangkan sebelumnya, banjir hanya terjadi di merendam empat kecamatan, yakni Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang Barat, Karawang Timur, dan Kecamatan Ciampel.

Di Kecamatan Ciampel, banjir merendam rumah-rumah di Desa Tegallega dan Kelurahan Adiarsa Timur, Kecamatan Karawang Timur. Kemudian Di Kecamatan Karawang Barat, banjir terjadi di lima kelurahan, Tanjungpura, Tanjungmekar, Adiarsa Barat, Karawang Kulon, dan Kelurahan Nagasari.

Sedangkan di Kecamatan Telukjambe Timur, banjir merendam Desa Wadas dan Desa Telukjambe. Banjir terparah terjadi di Perumahan Karawang Barat Indah, Desa Wadas, dan Perumahan Bintang Alam, Desa Telukjambe, Kecamatan Telukjambe Timur, dengan beberapa titik air mencapai ketinggian 1-2 meter. Sumber: Metronews

Ratusan Rumah Di Cirebon Kebanjiran

Ratusan rumah di dua desa di Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terendam banjir akibat hujan deras dan luapan sungai. Berdasarkan pantauan Metro TV, Rabu (17/3), ketinggian air mencapai satu meter.

Kedua desa tersebut adalah Desa Mekarsari dan Desa Gunungsari. Sejumlah rumah yang terendam ditinggal mengungsi penghuninya. Bukan hanya rumah warga, banjir tersebut juga merendam kantor kepala desa dan sebuah madrasah.

Warga hingga tengah malam masih mewaspadai kemungkinan genangan air meninggi. Mereka tampak hanya bisa membendung dengan alat sederhana untuk menangkal air. Banjir di sana memang terjadi saban tahun akibat luapan Sungai Ciberes. Sumber : Pirba

200 KK Terisolasi Banjir Solok

Banjir bandang melanda Desa Labuah, Kenagarian Sungaijaniah, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatra Barat, Rabu (17/3). Akibatnya tiga rumah rusak diterjang banjir dan satu desa terisolasi akibat jembatan penghubung antardesa terputus. Banjir bandang terjadi setelah kawasan tersebut diguyur hujan sejak kemarin hingga tadi pagi.

Jembatan yang melintasi Sungai Janiah putus kemarin sore bersamaan dengan hujan deras. Hingga saat ini sebanyak 200 warga yang tinggal di sekitar sungai masih mengungsi.

Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Asrizal, pihaknya belum bisa mendata kerusakan serta jumlah warga yang terisolasi. Namun diperkirakan dua jembatan putus dan lebih dari 200 kepala keluarga terisolasi.

Pemerintah Kabupaten Solok sudah mengiriman bantuan bagi korban banjir bandang. Pemkab juga mengupayakan pembangunan jembatan darurat agar warga tetap bisa beraktivitas. Sumber ; Pirba

Banjir Merendam Ratusan Rumah Di Pinrang

Ratusan rumah di dua desa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, hingga Rabu (17/3), masih terendam banjir akibat meluapnya Sungai Saddang. Ketinggian air mencapai 70 centimeter hingga satu meter. Dua desa yang dilanda banjir adalah Desa Salipolo, Kecamatan Cempa dan Desa Bababinanga, Kecamatan Duampanua.

Jumlah rumah yang terendam di dua desa tersebut diperkirakan mencapai 300 unit. Banjir terparah terjadi di Dusun Cilellang dan Dusun Babana, Desa Bababinanga, Kecamatan Duampanua. Ketinggian air di wilayah tersebut mencapai 1,5 meter.

Luapan Sungai Saddang sudah merendam kawasan itu selama dua hari. Sungai Saddang merupakan salah satu sungai terpanjang di Sulawesi Selatan. Sebagian warga sudah mengungsi, kecuali warga yang memiliki rumah panggung. Kawasan tersebut merupakan langganan banjir kiriman dari wilayah hulu, seperti dari pegunungan Pinrang dan Kabupaten Enrekang.

Warga menyatakan, tanggul di desa mereka tidak memadai menahan luapan air setiap kali banjir kiriman tiba. Warga bersedia memindahkan rumah ke kawasan yang lebih aman, namun mereka tidak memiliki biaya membangun rumah baru. Warga korban banjir juga mulai kehabisan persediaan makanan, karena terganggunya akses jalan keluar dan masuk pemukiman. Sumber : Pirba

Banjir Bandang Menerjang Sungai Penuh

Banjir bandang menerjang sejumlah desa di Kecamatan Sungaipenuh, Kota Sungaipenuh, Jambi, Ahad (14/3). Sedikitnya 50 hanyut terbawa arus Sungai Penuh. Sebanyak 27 rumah rusak berat, sisanya rusak ringan.

Hingga berita ini disusun, tidak ada laporan adanya korban jiwa. Namun sebanyak lima warga diketahui terluka ringan. Belum diketahui pula jumlah korban hilang. Tak hanya rumah dan korban luka, bah juga menyebabkan dua sepeda motor hanyut.

Bencana tersebut menyusul meluapnya Sungai Penuh setelah diguyur hujan sejak sekitar pukul 18.00 WIB hingga 19.15 WIB. Kondisi ini semakin diperparah dengan gundulnya hutan di sekitar Kabupaten Kerinci. Sumber : Metronews

16 Maret 2010

Bencana Air Bah Gunung Talang

Sekitar 500 warga korban luapan air bah dari lereng Gunung Talang di Kanagarian Sungai Janis, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Selatan terus berupaya pindah untuk keluar dari lokasi bencana ke tempat yang lebih aman.

Pasca luapan air bah sore kemarin, sejumlah warga yang terisolasi akibat bencana sudah ada yang berhasil mencapai yang lebih aman dengan menggunakan batang pohon kelapa yang dibentangkan dengan tali.

Sedangkan warga lainnya yang rumahnya masih terisolasi atau warga yang berada di lokasi terisolasi hingga Rabu (17/3) pagi masih terus berupaya untuk dapat keluar dari lokasi bencana dan menuju ke tempat yang lebih aman.

Luapan air bah telah merusak sejumlah rumah warga dan juga melanda ternak kerbau milik warga. Sejumlah aparat telah mulai melakukan penanganan dan Pemerintah Kabupaten Solok telah menyiapkan posko bagi para pengungsi dengan memanfaatkan sejumlah mesjid, mushola dan sekolah. Sumber : Elshinta

Ribuan Rumah Terendam Banjir Di Madiun

Banjir bandang melanda wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, mengakibatkan ribuan rumah terendam banjir sekitar satu meter.

Banjir terjadi akibat hujan yang mengguyur wilayah Madiun selama 10 jam. Beberapa anak sungai arah Bengawan Madiun tidak mampu lagi menampung air. Meluapnya anak sungai membuat wilayah Kecamatan Kartoharjo, Wungu, Madiun, dan Balerejon terendam banjir.

Beberapa akses jalan desa juga terendam banjir sehingga aktivitas warga lumpuh total, sementara warga masih bertahan di rumah masing-masing untuk menyelamatkan harta benda mereka.

Tim SAR bersiaga mengevakuasi warga yang ingin mengungsi mengantisipasi luapan banjir yang semakin tinggi. Sumber Metro TV

19 Februari 2010

Jakarta Masih Terendam Banjir

Kawasan pemukiman Kampung Melayu dan Kampung Pulo Jakarta Jakarta Timur kembali terendam banjir dengan ketinggian hingga satu meter. Banjir ini terjadi akibat banjir kiriman dari daerah Bogor dan Depok Jawa Barat yang terus diterpa hujan deras seharian kemarin.

Pada pukul 05.00 WIB pagi tadi ketinggian air di pintu air Depok Jawa Barat kembali naik mencapai 235 cm, setelah semalam sempat turun menjadi 230 cm. Dengan ketinggian ini, diperkirakan air akan sampai di Jakarta pukul 14.00 WIB, dan akan menyebabkan banjir di beberapa ruas daerah terutama Kampung Melayu dan Kampung Pulo yang ternyata sudah mulai tergenang air sejak pagi ini.

Berdasarkan Informasi dari posko banjir Dinas Pekerjaan Umum DKI, hingga pukul 06.00 WIB pagi tadi, ketinggian air di pintu air Katulampa Bogor mencapai 70 M atau status Siaga III, pintu air Depok 220 cm dengan status siaga III,Manggarai 760 H (Siaga III).

Kepala Informasi Publik DKI Cucu Ahmad Kurnia mengatakan akibat genangan itu, sejumlah warga sudah mengungsi ke beberapa posko pengungsian yang telah disiapkan. Pagi ini, jumlah pengungsi yang ada di gedung bekas Bioskop Nusantara Jakarta Timur, sudah mencapai Sembilan kepala keluarga, atau 41 Jiwa.

“Mereka umumnya sudah mengungsi sejak sore dan semalam, karena sudah mendapat informasi akan adanya banjir kiriman ini,” ujar Cucu.

Berdasarkan informasi Crisis Centre DKI, di pintu air Manggarai saat ini ketinggian air sudah mencapai 750 cm, tetapi ketinggian tersebut dipastikan akan terus meningkat, hingga maksimal 850 cm.

Akibat naiknya ketinggian air sejumlah pintu air ini, beberapa daerah seperti Bidara Cina dan Rawajati, sudah mulai tergenang banjir. Sumber : Pirba

27 Desember 2009

Merapi Dilanda Lahar Dingin

Hujan deras di puncak Gunung Merapi mengakibatkan banjir lahar dingin di sepanjang aliran Sungai Gendol di wilayah Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu siang.

"Hujan deras di puncak Merapi mengakibatkan banjir yang membawa material vulkanik di sepanjang aliran Sungai Gendol," kata Kepala Dinas Pengairan, Pertambangan dan Penanggulangan Bencana Alam (P3BA) Sleman Widi Sutikno.

Menurut dia, tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil akibat kejadian tersebut, karena pada saat itu aktivitas penambangan pasir sudah berhenti, setelah ada informasi bahwa di puncak Gunung Merapi terjadi hujan deras.

"Memang sesaat sebelumnya ada sebuah truk pengangkut pasir yang macet di dasar Sungai Gendol, namun akhirnya berhasil ditarik dan dapat diselamatkan, sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu," katanya.

Ia mengatakan aliran banjir lahar dingin tersebut mencapai hingga radius sekitar 10 kilometer dari puncak Merapi, atau sampai Dusun Manggung atau perbatasan dengan Dusun Kepuh di Kecamatan Cangkringan.

"Di kawasan itu terdapat jalan yang melintas di Sungai Gendol, sehingga dengan pertimbangan keamanan akhirnya jalan tersebut ditutup sementara karena khawatir terjadi luapan banjir yang bisa membahayakan manusia," katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Sri Sumarti mengatakan hujan deras di puncak Gunung Merapi siang itu belum membawa material vulkanik yang signifikan.

"Ini hanya banjir biasa yang membawa material sungai, bukan merupakan material vulkanik Gunung Merapi," katanya.

Menurut dia, kejadian tersebut bermula pada pukul 14.00 WIB terjadi hujan deras di puncak Gunung Merapi, kemudian pada pukul 14.45 WIB pihaknya melakukan koordinasi dengan petugas di kawasan Sungai Gendol untuk mengingatkan para penambang pasir.

"Pada pukul 15.00 WIB sudah terjadi banjir, dan para penambang pasir serta truk pengangkut pasir menghentikan aktivitasnya, termasuk menarik ke atas sebuah truk yang macet di dasar sungai," katanya.

Kemudian pada pukul 15.10 WIB aliran banjir mulai masuk ke Sungai Gendol, dan pada pukul 15.20 WIB sudah mencapi Dusun Jambu di Kecamatan Cangkringan.

"Saat ini kondisi sekitar 500.000 meter kubik material vulkanik sisa erupsi 2006 masih stabil, dan tidak terpengaruh hujan deras yang terjadi siang tadi," katanya. Sumber : Pirba

 
© Copyright by Siaga Bencana  |  Template by Blogspot tutorial