#

INFO BENCANA TERKINI

Info Gunungapi Bromo Meletus, Kab. Probolinggo-Prop. Jatim , 26-Desember-10 17:30:00 WIB, Warga lereng Bromo dari 12 Desa sekitar yang bermukim di sekitar Gunung Bromo terpapar debu vulkanik pekat, 106 rumah roboh, 2 sekolah roboh, Pertanian rusak, suplai air bersih terhambatAnda Peduli Bencana, Salurkan Bantuan dan Dana kirim ke Rek.BCA - 0813004392 Mari Peduli dan Dukung Kami - Terima kasih

Gunungapi Merapi Meletus


View Letusan Merapi in a larger map

Tahap Penanggulangan Bencana

;
Tampilkan postingan dengan label Longsor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Longsor. Tampilkan semua postingan

23 Maret 2010

Bencana Longsor Cianjur

Bukit Legok Jengkol Kampung Legok Jengkol, Cianjur Jawa Barat longsor akibatnya sebanyak 118 KK atau sebanyak 475 jiwa diungsikan.

Empat rumah mengalami rusak, dan 102 bangunan rumah lainnya dalam kondisi terancam.

Awalnya pengungsi di tempatkan di SDN Majalaya 2, namun bangunan sekolah itu, akan di pakai. Sehingga pengungsi dialihkan ke dalam tenda lapangan terbuka.

"Untuk sementara pengungsi ditampung di bangunan SD, namun besok akan dipakai. Sehingga warga di pindahkan ke lapangan yang jaraknya dekat dari bangunan SD," kata Heri dari Satgana PMI Cianjur, Minggu.

Hingga kemarin, warga yang tempat tinggalnya dinyatakan rawan terus berdatangan ke lokasi tenda pengungsi karena khawatir rumahnya akan terkena longsor.

Sementara itu, dua jembatan dari tiga Jembatan Bantar Caringin, yang menghubungkan Cianjur-Bandung Barat, terputus. Pasalnya, air sungai Citarum terus meluap.

Akibat hujan deras yang terus mengguyur kawasan itu, membuat ketinggian air sungai Citarum terus naik. Sehingga ratusan rumah warga di Desa Cisadea, Kecamatan Haurwangi, Cianjur, terendam hingga mencapai 4 meter.

Akibatnya, 1200 jiwa dari 300 Kepala Keluarga (KK) warga sekitar diungsikan ke tempat yang lebih aman, tepatnya di atas pegunungan karena dikhawatirkan air terus meningkat.

Ketua satgana PMI Kabupaten Cianjur, Rudi Syachdiar Hidajath mengatakan, ratusan warga diungsikan di tenda darurat, di atas pegunungan. Karena, hujan yang terus mengguyur yang mengakibatkan sungai Citarum terus naik. Sumber: Pirba

02 Desember 2009

Longsor, Jalur Padang-Solok Di Tutup

Jalur dari arah Padang menuju Solok ditutup untuk sementara waktu akibat terjadi longsor di daerah Lubuk Paraku, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat.

Wakapoltabes Padang AKBP Wisnu Hanadoko, di Padang, mengatakan jalur dari arah Kota Padang menuju Solok ditutup untuk sementara waktu guna menghindari jatuh korban jiwa.

"Hujan lebat yang masih mengguyur Sumatra Barat, khususnya Kota Padang, belum juga reda dan dikhawatirkan terjadi longsor susulan, sehingg memaksa ditutupnya jalur dari arah Padang menuju Solok," katanya.

Dia menambahkan, guyuran hujan lebat membuat material yang ada pada tebing di atas jalan Padang-Solok berguguran. Guguran material jatuh dan menimbun badan jalan.

Menurutnya, pihak Kepolisian yang bertugas di sana sudah memberitahukan bahwa jalan dari Padang menuju Solok tidak bisa dilewati. "Jika para pengendara yang mau berpergian ke Solok agar memutar arah, yakni dengan melewati jalur dari arah Padang menuju Kota Padang Panjang.

Dia mengatakan, longsor yang terjadi di km 17 daerah Lubuk Paraku Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang Senin (30/11) sekitar pukul 23.00 WIB. "Kita masih menunggu dari pihak Dinas Pekerjaan umum untuk mengangkat material yang berguguran hingga menimbun badan jalan tersebut.

Dia menambahkan, diperkirakan jalur dari arah Padang menuju Solok kembali normal pada esok harinya (Selasa). "Hujan masih saja mengguyur Kota Padang, dikhawatirkan longsor susulan akan terjadi", ujarnya. Sumber : Pirba

10 November 2009

Longsor Palopo, Tewaskan 14 Jiwa

Hujan deras selama dua jam yang mengguyur Desa Tanete, Kelurahan Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, 30 kilometer dari Kota Palopo, Sulawesi Selatan, mengakibatkan longsor. Sedikitnya 14 orang tewas tertimbun, sembilan orang lagi sudah teridentifikasi.

Diperkirakan korban meninggal akan bertambah karena masih ada empat warga yang belum ditemukan. Diduga, korban hilang itu juga tertimbun tanah longsoran atau terbawa arus Sungai Padang Lampe seperti sebagian korban yang telah ditemukan.

Sembilan korban tewas yang teridentifikasi itu adalah Basra, Nuri, Alamat, Mail, Oddang, Samsir, Pradipa, Ramona, dan Ginsal. Sedangkan yang masih dalam pencarian adalah Amriani, Dedy, Ira, dan Faizal.

Selain memakan korban jiwa, bencana alam itu juga merusak sedikitnya 15 rumah. Bahkan ratusan warga Tanete yang selamat terpaksa mengungsi ke tempat yang aman karena khawatir terjadi bencana lagi.

Lokasi longsor terdapat di 51 titik di ruas jalan poros Palopo--Toraja kilometer 18--20, di areal perbukitan dan Gunung Battang. Akibatnya jalan Palopo--Tana Toraja terputus 10 kilometer. Sumber : Lampung Post

18 Oktober 2009

Longsor Silaiang Padang Panjang

Longsor terjadi di Silaiang, Padang Panjang di Jalan Padang-Bukittinggi di kawasan Lembah Anai tadi malam, Sabtu (17/10) sekitar pukul 22.00 WIB. Longsor mengakibatkan dua mobil, satu truk dan satu kendaraan bermotor yang sedang lewat di badan jalan dibawa longsor ke sungai. Dua orang penumpang mobil Avanza masih dicari dan 17 orang lainnya selamat.

Koordinator Sekretariat Penanggulangan Bencana Provinsi Sumatera Barat Ade Edward mengatakan, satu truk, satu mobil Avanza, satu mobil L-300, dan satu sepeda motor sedang melintas di bawah tebing Silaiang ketika terjadi longsor dari tebing di sisi jalan raya. Lokasi kejadian longsor persis dekat bekas longsoran yang terjadi akibat gempa 30 September lalu.

“Keempat kendaraan didorong tanah yang longsor ke sungai, tapi 17 orang yang di dalam mobil dan di atas sepeda motor selamat. Kini sedang dicari dua penumpang mobil Avanza yang hilang,” kata Ade Edward, Minggu (18/10).

Ia mengatakan hujan lebat tadi malam menjadi penyebab longsor karena sejak gempa tebing-tebing di kawasan Lembah Anai semakin berbahaya dan rawan longsor.
"Pegendara harus berhati-hati, kalau hujan lebat, petir, sebaiknya menunda perjalanan yang melewati daerah rawan longsor,” kata Ade Edward. Sumber : tempointeraktif

 
© Copyright by Siaga Bencana  |  Template by Blogspot tutorial