#

INFO BENCANA TERKINI

Info Gunungapi Bromo Meletus, Kab. Probolinggo-Prop. Jatim , 26-Desember-10 17:30:00 WIB, Warga lereng Bromo dari 12 Desa sekitar yang bermukim di sekitar Gunung Bromo terpapar debu vulkanik pekat, 106 rumah roboh, 2 sekolah roboh, Pertanian rusak, suplai air bersih terhambatAnda Peduli Bencana, Salurkan Bantuan dan Dana kirim ke Rek.BCA - 0813004392 Mari Peduli dan Dukung Kami - Terima kasih

Gunungapi Merapi Meletus


View Letusan Merapi in a larger map

Tahap Penanggulangan Bencana

;
Tampilkan postingan dengan label Kebakaran Hutan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebakaran Hutan. Tampilkan semua postingan

09 September 2009

Siaga Asap Palangkaraya

Gangguan asap di Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), makin memprihatinkan. Kondisi udara yang tercemari asap sudah masuk dalam kategori bahaya. Sebelumnya, udara di Palangkaraya termasuk kategori sangat tidak sehat.

Jarak pandang maksimal hanya 50 meter. Pemerintah Provinsi Kalteng pun memutuskan untuk meliburkan anak-anak sekolah. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kalteng Hardy Rampay menyatakan, libur darurat itu dimulai 8 September hingga 29 September mendatang.

''Itu instruksi Bapak Gubernur setelah berkoordinasi dengan Pemkot Palangkaraya,'' katanya kepada wartawan kemarin (8/9).

Pertimbangannya, jika belajar mengajar dipaksakan terus berjalan, para siswa dikhawatirkan terkena infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) atau asma. Sebab, udara yang dihirup sudah tidak sehat lagi, bahkan berbahaya.

"Anak-anak sangat rentan terhadap penyakit. Karena beberapa hari ini asap tidak juga menipis, ada penetapan libur sejak hari ini (kemarin, Red)," kata Hardy.

Libur resmi Lebaran sebenarnya dimulai 14 September mendatang. Dengan demikian, para pelajar di Palangkaraya mendahului libur Lebaran sekitar sepekan. ''Waktu libur diharapkan diisi dengan tugas berupa pekerjaan rumah, sehingga tidak sampai ketinggalan pelajaran,'' imbaunya.
Pekatnya asap yang menyelimuti beberapa wilayah kabupaten di Kalteng juga mengganggu fungsi alat pemantau hotspot milik Badan Penanggulangan Kebakaran Hutan Daerah Operasi (Daops) Wilayah II Kabupaten Kapuas. ''Monitornya tidak terlihat dengan jelas,'' papar Komandan Regu Daops Wilayah II Kapuas Oras.

Dia menjelaskan, untuk mengetahui jumlah hotspot, pihaknya mendapatkan kiriman dari Daops Wilayah I, Palangkaraya. Wilayah Kabupaten Kapuas dilihat melalui satelit national oceanic and atmospheric administration (NOAA). "Hasil pengamatan tidak menentu. Alatnya diselimuti asap begitu tebal, sehingga tidak bekerja dengan optimal," katanya.Sumber : jawapos

01 September 2009

Asap : Status Kota Palangkaraya Berbahaya

Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Selasa (1/9), memutuskan memundurkan jam masuk pelajar sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Dari pukul 07.00 menjadi 09.00 WITA. Keputusan tersebut seiring kian tebalnya kabut asap di Palangkaraya. Selain itu, apabila ada aktivitas di luar kelas, pelajar diminta menggunakan masker.

Di pagi hari, ketebalan kabut asap di beberapa wilayah Kota Palangkaraya sangat tebal dan jarak pandang tidak lebih dari 200 meter. Kian menebalnya kabut asap membuat kondisi udara masuk dalam kategori berbahaya. Kondisi ini adalah yang terburuk semenjak Kota Palangkaraya diserang kabut asap.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalteng telah meningkatkan status kesiagaan menjadi siaga darurat kebakaran hutan. Dinas Kesehatan Kalteng pun telah menyatakan bahwa kondisi udara tidak sehat. Tercatat, jumlah penderita infeksi saluran penapasan akut atau ISPA telah mencapai lebih dari 132 ribu orang. Sumber : SCTV

Kebakaran Hutan Sebabkan Kabut Asap Menebal

Kabut asap yang terjadi di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah dan sekitarnya, Selasa (1/9) pagi ini semakin tebal.


Kabut asap telah mengganggu aktivitas warga karena jarak pandang di sejumlah jalan di Kota Palangkaraya hanya berkisar antara 100-200 meter. Warga mulai mengkhawatirkan kualitas udara yang akan semakin buruk akibat kabut asap.


Karenanya, warga mengharapkan Pemerintah Propinsi Kalteng segera melakukan tindakan-tindakan yang nyata dan cepat untuk memadamkan kebakaran lahan gambut dan pekarangan yang terjadi di Kalteng.


Kebakaran di Kalteng ini telah terjadi selama satu bulan lebih. Pada pagi ini intensitas kabut asap di Palangkaraya dan sekitarnya semakin menebal dan mengakibatkan kualitas udara yang terpantau pada papan indeks standar pencemaran udara (ISPU) telah menunjukkan pada level berbahaya.

Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) akibat kabut asap yang terjadi karena kebakaran lahan gambut dan pekarangan di Kalimantan Tengah masuk dalam kategori tidak sehat.

Hal itu seperti yang terpantau dari papan ISPU di Bundaran Besar Kota Palangkaraya. Kualitas udara di Kota Palangkaraya hingga Senin (31/8) pagi ini masih menunjukan pada level tidak sehat.

Kabut asap membuat warga mengalami gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan atas (SPA) dan diare. Warga mulai mengenakan masker untuk beraktifitas di luar ruangan.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Propinsi Kalteng untuk memadamkan kebakaran lahan gambut dan pekarangan, seperti membuat hujan buatan yang dilakukan oleh Tim Teknologi Modifikasi Cuaca dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), yang telah melakukan operasinya sejak 15 Agustus lalu dan akan berlangsung hingga 5 September mendatang. Sumber : El Shinta

31 Agustus 2009

Lava Bakar Hutan Pinus di Gunung Slamet

Kawasan hutan pinus di kaki Gunung Slamet tepatnya di Desa Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, terbakar. Api yang menghanguskan kawasan hutan itu berasal dari lava pijar yang meluncur dari bibir kawah Gunung Slamet.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Senin (31/8/2009), sejak dua hari terakhir, gunung nomor dua tertinggi di Pulau Jawa itu terus menggeliat. Selain mengeluarkan lava pijar, gunung tersebut juga sesekali mengeluarkan suara dentuman kuat hingga menggetarkan rumah-rumah penduduk.

Kepala Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Tegal Bambang Puji Waluyo mengatakan, kebakaran hutan terjadi pagi hari sekira pukul 05.10 WIB. Kebakaran dipicu letusan lava pijar yang berasal dari bibir kawah Gunung Slamet.

"Letusan lava pijar itu mengarah langsung ke lereng arah Guci. Lava pijar itu kemungkinan mengenai semak-semak dan membakar pohon di sekelilingnya," kata Bambang.

Menurut Bambang, titik kebakaran diketahui berada di sekitar pos 4 jalur pendakian atau pada ketinggian 2.900 meter di atas permukaan air laut (dpl). Kawasan hutan pinus itu berada jauh dari permukiman penduduk maupun kawasan objek wisata Guci. "Kawasan hutan yang terbakar itu masih di areal milik Perhutani dan belum masuk ke kawasan hutan lindung," ujarnya.

Dia menjelaskan, kebakaran tersebut mengakibatkan puluhan pohon pinus berusia di atas 20 tahun hangus. Hingga kini, kepulan asap dari kawasan hutan yang terbakar masih terlihat jelas. "Untungnya, kebakaran tidak terlalu parah dan api bisa padam sendiri," pungkasnya. Sumber : Okezone

Hujan Buatan Padamkan Kebakaran Hutan

Hingga hari Selasa, 25 Agustus 2009, Tim Modifikasi Hujan Buatan BPPT yang melakukan operasi selama 13 hari telah berhasil menurunkan jumlah titik panas di Provinsi Kalimantan Tengah.

Namun demikian, meskipun jumlah titik panas berkurang, kabut asap masih menyelimuti kota Palangkaraya karena sisa-sisa kebakaran lahan gambut masih terjadi di beberapa titik sehingga masih menimbulkan kabut asap.


Selain menggunakan cara pemadaman dengan hujan buatan, Kodam V Tanjungpura juga menyiagakan pasukannya guna membantu upaya Pemerintah Daerah memadamkan kebakaran lahan gambut dan pekarangan yang terjadi di Propinsi Kalimantan Tengah. Enam Kodim yang berada di Kabupaten Waringin Timur, Waringin Barat, Kabupaten Kapuas, Kabupaten Barito Selatan, Barito Utara dan Palangkaraya disiagakan 1 pleton yang terdiri dari 30 prajurit TNI.

Di Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Kehutanan, TNI, POLRI dan SARNAS juga melakukan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan dengan cara:

  • Meningkatkan kegiatan deteksi dini dan menyebarluaskan informasi hasil deteksi dini berupa hotspot (titik panas) ke Kabupaten agar dapat diambil tindakan yang cepat dalam upaya pengendalian, yakni berupa pemadaman dini.
  • Menghimbau kepada para pemegang HPH/HPHTI, agar meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi musim kemarau, berupa mengintensifkan pengawasan/patroli dalam wilayah kerja, penyuluhan serta mensiagakan sarana dan prasarana agar siap dapat dimobilisasi apabila terjadi kebakaran.
  • Melakukan penyuluhan dengan memberikan himbauan berupa pemasangan spanduk di Kecamatan Rasau Jaya, Ambawang dan Sei Raya serta mengintensifkan pengawasan/potroli.
  • Kasi Ops REM 121 ABW, menyiagakan personil sebanyak 1 SSK untuk membantu Operasi Lapangan dalam rangka pemadaman api.
  • Kasi Reskrim Polda Kalimantan Barat menyiagakan 1 unit Helikopter untuk melakukan pemantauan lokasi Kebakaran dan Hotspot / titik panas.
  • Kantor SARNAS Pontianak menyiagakan Tim Rescue SAR sebanyak 42 orang yang tersebar di Pos Sintete Kab. Sambas, di Pos Kab. Ketapang, serta Shelter SAR Pontianak (30 orang).


Sementara itu, Dinas Kehutanan Provinsi Riau juga menyiagakan 60 personil untuk melakukan pemadaman api. Sumber : BNPB.



 
© Copyright by Siaga Bencana  |  Template by Blogspot tutorial